Teror Wanita Penunggu Perlintasan Kereta

Teror Wanita Penunggu Perlintasan Kereta

Aku tinggal di sebuah desa kecil,tidak jauh dari rumahku ada sebuah gardu pos tempat penjaga perlintasan kereta api.Daerah rumahku memang dilalui oleh jalur kereta api transjawa,gardu pos itu dijaga oleh bapak tua namanya Pak Waluyo.Aku kenal beliau dari kecil dan cerita ini adalah tentang dirinya.

Pak Waluyo : Stop…berhenti..berhenti..awas kereta api mau lewat

Saat itu aku tak sengaja bercengkrama dengan Pak Waluyo,sambil menunggu kereta api itu lewat,kebetulan aku baru pulang dari tempat kerja.

Tias : Wah semangat sekali Pak Wal…padahal udah hampir malam loohh..

Pak Waluyo : Ehh..mbak Tias,iyo mbak disini kan tidak ada palang kereta ya makanya saya mesti cepet-cepet,kalo tidak ya mesti bisa celaka toh mbak.Kebetulan juga ada kendaraan lewat.

Tias : Jadi kalo ga ada kendaraan lewat Pak Wal akan diam saja gitu..?

Pak Waluyo : Yaa..pokoknya tergantung situasi saja toh mbak,saya ini kan hanya berjaga saat malam.Mbak Tias kan tau sendiri,kalo malam kan disini sepii..kalo bukan memberi aba-aba kereta lewat ke pengendara atau orang ya saya ngasih aba-aba ke siapa dong kalo ga ada yang melintas di jalan ini.Hantuu…??

Tias : Ihh..Pak Wal bisa saja hati-hati loh pak ini malem jumat.

Pak Waluyo : Yaa..memang kalo malem jumat kenapa toh mbak,ada-ada aja.

Tias : Udah ah pak pamali ngomong begituan malam-malam gini,yowes aku tak pulang dulu ya pak.

Pak Waluyo : Iya mbak Tias hati-hati loh mbak.

Gardu pos yang ditempati Pak Waluyo itu ukurannya kecil,hanya ada dua kursi dan meja yang langsung menempel di papan kayu gardu yang berukuran 3×1 meter.Disebelahnya ada ruangan untuk toilet seadanya,dari kejauhan Pak Waluyo masih memperhatikan.Ketika ku tengok kebelakang,diapun berteriak kembali dari pos gardunya.

Pak Waluyo : Hati-hati mbak jangan noleh ke belakang.

Langsung kutancap langkah kakiku dengan cepat melewati kebun pohon jati,aku harus berhati-hati karena disebelah kananku ada sungai kecil lalu di susul dengan semak-semak dan kebun milik warga.Dan saat itu memang sepi sekali,malam itu aku selamat sampai dirumah.Tetapi beberapa harinya aku mendengar cerita dari Pak Waluyo tentang sebuah kejadian dimalam setelah kami bertemu.

Pak Waluyo : Walah hujan toh iki… klo begini ga ada yang namanya aku ronda malam ini,huh sudah jam 11 malam,dingin kok ya makin jadi-jadi.Hujan-hujan gini sambil ngerokok enak eee…

Hujan semakin menjadi-jadi petirnya terus menyambar,tak banyak yang bisa dilakukan Pak Waluyo disaat seperti itu,mau pulangpun pasti ia akan kebasahan.Lagipula di jam-jam malam lah kereta api banyak yang melintas.

Pak Waluyo : Wes tak nyalain radio dulu biar tidak iseng dan sepi.

Ditengah mendengarkan radio Pak Waluyo dikagetkan dengan dua orang yang berlari menghampiri gardu pos tersebut,mereka adalah para pegawai stasiun tersebut.Pak Waluyo kebingungan dengan kehadiran mereka.

Pegawai 1 : Malem pak,kalo boleh tau dimana posisi kejadiannya ya pak?

Pak Waluyo : Hah…kejadian apa toh pak?

Pegawai 1 : Kecelakaan kereta pak.

Pak Waluyo : Lah dari tadi ga ada kejadian apa-apa kok pak.

Pegawai 1 : Lah kami dapat laporan dari masinis,katanya keretanya tadi lewat sini terus ia menabrak seorang wanita pak.

Pak Waluyo : Sungguh pak ga ada apa-apa disini,bapak bisa liat sendiri deh disini sepi-sepi aja,kalopun ada kecelakaan pasti rame pak.

Pegawai 1 : Ohh….gitu ya pak ya…hmm…ya sudah ya pak terima kasih atas informasinya.Kami akan kembali menelusuri kembali laporan dari masinis,dan kami akan mengecek sekitar dari tempat ini ya pak. Pak Waluyo : Baik pak…baik pak silahkan.

Pegawai itu menelusuri sekitaran rel tersebut,sementara Pak Waluyo masih bingung didepan gardu pos dengan apa yang baru saja ia dengar sambil memperhatikan kedua pegawai tersebut berjalan menyusuri rel di tengah kegelapan sepi dan dingin malam.Tak berselang lama kedua pegawai tersebut kembali ke gardu pos dengan raut wajah kebingungan.

Pak Waluyo : Bagaimana pak..??

Pegawai 1 : Aneh pak saya tidak menemukan ada yang janggal di sekitaran sini.

Pak Waluyo : Mungkin yang dimaksud bapak-bapak ini bukan di sini,bukan lokasi ini.barangkali loh pak…

Pegawai 1 : Tapi kami mendapat laporan seperti itu pak,tadi dia nabrak 100 meter dari gardu ini.

Pak Waluyo : Masinis nya salah liat kali pak,kalo terjadi kecelakaan pasti ada tanda-tandanya seperti bercak darah korban atau tubuhnya gitu pak. Pegawai 1 : I..iiya sihh..pak,yowes pak kami pamit lagi ke kantor untuk menindak lanjuti laporan ini.

Pegawai 2 : Makasih ya pak nanti kalo ada sesuatu yang janggal di lokasi ini mohon dilaporkan kepada kami berdua ya pak.

Pak Waluyo : Baik pak..baik pak.

Kedua pegawai tersebut berjalan meninggalkan gardu pos itu dengan masih kebingungan,begitu juga dengan Pak Waluyo.Karena penasaran dengan cerita kedua pegawai tersebut,Pak Waluyo pun mengambil senter dan mengarahkannya kearah yang dimaksud oleh kedua pegawai tersebut dan tiba-tiba.

Pak Waluyo : Astagaaa…apa itu…??!!

Pak Waluyo berteriak memanggil kedua pegawai itu yang hampir jauh,beruntungnya kedua pegawai tersebut masih mendengar dan bergegas menuju Pak Waluyo kembali.

Pak Waluyo : Pak…pak…pakk…sini pak

Pegawai 1 : Ada apa pak?

Pak Waluyo : Lihat pak lihat kesana pak

Pegawai 1 : Ada apa pak..?

Pak Waluyo : Ituuu….

Pegawai 1 : Manaaa…pak..??

Pak Waluyo : Bapak ga lihat ada perempuan berdiri ditengah rel yang tadi bapak bilang di lokasi kecelakaan itu.

Pegawai 1 : Kami ga lihat apa-apa pak…!

Pak Waluyo terus mengarahkan senternya kearah wanita yang ia lihat,sementara kedua pegawai tersebut masih belum melihat apa-apa.

Pegawai 1 : Ga ada apa-apa toh pak disitu pak.

Pak Waluyo : Pak…pak…itu ..dia pindah ke pinggir pondasi rel loh pak cepet sekali gerakannya toh pak,mungkin itu korban yang bapak maksud tadi pak.

Pegawai 1 : Korban apa sih pak saya ga lihat wanita daritadi pak…!

Pak Waluyo : Haduuh pak baiknya bapak cek dulu deh berdua kesana pak biar pasti gitu pak.

Kedua pegawai itu pun mengikuti arahan Pak Waluyo,tetapi sesampai disana mereka tidak menemukan apa yang dimaksud oleh Pak Waluyo.Sementara Pak Waluyo masih keheranan memandangi apa yang ia lihat.

Pegawai 1 : Sudah kami cek pak dan jelas tidak ada siapa-siapa disana,kalau begitu kami pamit kembali pak.Selamat malam.

Pak Waluyo masih tercengang memandang kesudut tempat wanita tadi,sampai akhirnya ia tidak sadar kedua pegawai itu sudah berlalu meninggalkannya.Saat Pak Waluyo sadar ia sudah tidak melihat wanita itu.

Pak Waluyo : Looh…kemana perempuan itu..? kok hilang…??

Sebenarnya Pak Waluyo tahu bahwa ia melihat sosok penampakan wanita saat itu,sebab menjadi penjaga perlintasan kereta api dimalam hari sama saja uji nyali.Dan ia sudah beberapa kali mendapat gangguan seperti itu.Bergegas Pak Waluyo kembali ke gardu pos nya untuk melupakan kejadian yang baru saja ia alami.Tetapi sosok wanita berbaju putih itu terus membayangi pikirannya.Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam,suasana sepi terus menyelimuti dirinya.Pak Waluyo menyalakan kembali radionya,ia mendengarkan radio sambil merebahkan tubuhnya di kursi kayu.Tetapi tiba-tiba Pak Waluyo dikagetkan kembali dengan kejadian aneh,suara radio Pak Waluyo tiba-tiba berganti sendiri menjadi suara seorang wanita.

Hantu : Tolong saya pak…!!!  Tolooong….!!! saya mau menyebrang.

Pak Waluyo pun terbangun dan kaget.

Pak Waluyo : Heh siapa itu,jangan main-main ya..?

Pak Waluyo kaget ketika melihat ke sisi jalan disana berdiri sosok wanita berbaju putih.

Pak Waluyo : Heyy…siapa kamu..??

Ketika Pak Waluyo meyalakan senternya lagi dan menyoroti wanita itu Pak Waluyo kaget.

Pak Waluyo : Astagaaa…!!

Pak Waluyo kaget dan gemetaran karena melihat wanita itu dengan wajah berlumuran darah,wajahnya juga hancur dan kakinya tidak menapak ke tanah.Wanita itu tengah memandangi Pak Waluyo tiba-tiba kereta api melintas,dan wanita itu berjalan ketengah rel lalu tertabrak.Pak Waluyo pun meneriakinya.

Pak Waluyo : Awaaaasss…!!!!

Sosok wanita itupun hilang dari pandangan Pak Waluyo,Pak Waluyo merasa itu adalah flashback kejadian wanita itu tertabrak kereta api,yang entah kapan kejadian itu terjadi.Lalu tiba-tiba suara wanita itu timbul lagi di radio Pak Waluyo,wanita itu tertawa didalam radio.Lampu gardu pos pun tiba-tiba mati,lalu hidup,mati lagi,lalu hidup lagi seperti ada yang memainkan saklarnya.

Pak Waluyo : Heh jangan main-main ya…!! Jangan ganggu-ganggu saya.

Dimalam itu Pak Waluyo terus diganggu oleh hal-hal aneh,seperti gardu pos nya yang digedor-gedor tetapi tidak ada satu orang pun disitu.Lalu ditimpuki batu-batuan kecil dari arah rel kereta api yang gelap,sampai diganggu bayangan putih yang lewat dengan cepat.Gangguan itu terus dialami Pak Waluyo sampai pukul 3 pagi,Hingga Pak Waluyo memutuskan untuk beranjak dari gardu pos itu dan tertidur di depan teras rumah saya.Hingga paginya kutemukan Pak Waluyo masih tertidur lelap.

Tias : Pak…Pak…Pak Wal bangun pak…pak…

Pak Waluyo : Hehh…mbak Tias,maaf mbak saya ketiduran disini

Dari situlah saya mendengarkan cerita Pak Waluyo atas apa yang baru dialaminya malam itu,kini gardu pos itupun dibongkar dan sudah tidak ada lagi.Karena warga kerap mengalami pengalaman yang sama dengan Pak Waluyo ketika melewati perlintasan kereta api itu.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)