Supir Majikanku Bikin Aku Puass Banget!

Dari Takut Jadi Nyaman Setelah Supir Majikanku Bikin Aku Puas Banget

Cerita ini disampaikan oleh Novie. kapada “media parno”
apa pun yang ada di benakmu dan yang kamu alami sebagai wanita, jangan bikin kamu minder dan bermuram durja. masa lalu bukan aib yang perlu ditutup-tutupi. buat kamu yang ingin berbagi semua hal tentang kisah-kisah dan Cerita-certa yuk cerita ke “media parno” biarkan orang tahu, kisahmu bisa menghibur bahkan menginspirasi mereka. siapa tahu ketemu jodoh di sini. dari cerita turun kehati. dan jangan lupa Like & Share biar kami makin bersemangat Menulis dan membagikan ceritanya kepa kalian.
Yuk langsung aja kita mulai kisahnya..,



Lebih dari 3 tahun Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga,
Majikanku ini terkenal kaya dan baik apalagi dia adalah kepala desa dan disegani oleh masyarakatnya, majikanku ini bernama Bapak Atep,
Selama bekerja disini aku merasakan enak tidak enaknya menjadi pembantu, dan kejadian selama tinggal disini aku pernah di Perk?sah.

Malam itu sangat panas sekali aku mau tidur aja susah kemudian aku bukalah jendela kamarku supaya anginnya masuk ke kamarku dan aku berganti pakaian dengan daster tipis aku mennyalakan kipas anginnya baru aku bingung pada waktu itu aku malah bermimpi dengan sopir pribadinya bapak Atep.

Namanya pak Herdi dalam mimpiku dia mendatangiku dan memelukku tanpa pakaian dan telanjang total, walaupun usianya yang sudah tua tapi badannya itu yang kekar seperti orang kebanyakan fitnes, beliau mempunyai tubuh yang kekar dan berotot.

Dan yang membuatku geli adalah buah terong yang menggantung indah di pangkal pahanya. ihh, begitu menggemaskan.
Perlahan-lahan dia mendekatiku dan langsung meremas-remas buah gunungku yang telah terbuka bebas.

Entah kenapa Pak Herdi terasa begitu nyata, seperti bukan dalam mimpi. Bahkan ketika bibir tebalnya mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidur.
Namun betapa terkejutnya aku saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi.
Dihadapanku ternyata benar-benar ada sosok Pak Herdi yang memeluk tubuhku. Pak Herdi apa yang kamu lakukan?
Aku mendorong tubuh pak herdi kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang.

Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut.
Tenang Novi Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu?
Kembali pak herdi mencoba merengkul tubuhku.
Namun kembali aku dorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang.

Pergi? Bentakku.Atau saya akan teriak,
Silahkan teriak? Percuma saja kamu teriak. karena tidak akan ada orang yang mendengarmu. Apa kamu lupa, Pak Atep dan keluarganya tadi sore sudah berangkat kebandung untuk liburan? Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku? Pak herdi tersenyum sinis.

Aku semakin ketakutan ketika pak herdi kembali mendekatiku.
Segera saja aku melombat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kodisi telanjang. Namun sial, aku kalah cepat dengan pak herdi.

Dengan cepat dia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku keatas temmbok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak.

Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Naum percum, tenaga pak herdi memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang hanya seorang wanita. Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman pak herdi di tubuhku.

Tolong, Pak? Lepaskan saya? aku menangkis dan mengemis kepada pak herdi. Namun percuma saja. dia tidak mendengarkan perkataanku. bahkan denggan liar pak herdi menghujaniku dengan ciuman mautnya.

Lama kelamaan tenagaku terkuras habis.
Tubuhku menjadi lemas. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya pak herdi. Perlahan-lahan cengkeraman pak herdi mulai mengendor.

Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya ketika dengan lembut pak herdi mulai mengesek-gesekkan batangnya ke atas pahaku.

Seketika itu kakiku terasa lemas.
Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri,
Sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, pak herdi segera menangkap tubuhku, mengangkatku keatas ranjang.

Sesaat terlintas di wajah pak herdi sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut dia mulai melumuti bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolaknya. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas ciumannya itu.

Nah, begitu dong Nov! kalau begini kan lebih enak! ujar herdi.
Aku tersenyum tersipu-sipu. bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapa dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki.

Kembali Pak herdi tersenyum senang.
Terus ngpain kamu tadi pake coba kabur Nov?.
Tadi saya cuma kaget saja. di balik penampilan bapa yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mencoba mem?perk?sah saya.

Tapi, sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik kamu!.
Kembali pak herdi mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke dua gunnungku.
Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.

Ciuman dan jilatan pak herdi terus bergerak turun.
Sementara tangan kirinya meremas-remas dua gunnungku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku membuatku merasa nikmat.
Ohh, pak herdi! Jangan siksa aku seperti ini!.
Pak herdi tidak memperdulikan ucapanku.

Justru dia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goaku.
Wahh Nov! Indah sekali barangmu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Ohh, sungguh mempesona.

Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah mekar di pagi hari.
Pasti kamu merawatnya dengan baik. ohh, Nov! Aku suka sekali dengan barangmu yang seperti ini!
Perlahan-lahan pak herdi menjuluran lidahnya dan menyapu permukaan Durenku.

Terasa kasar, memang. Tapi nikmat!Ayolah, pak oohh, aku sudah tidak tahan lagi. aku terus mengemis kepada pak herdi.
Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku mencari Inisiatif lain.

Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar pak herdi sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pakal paha nya. dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja,
Aku mulai mengocok batanng terong pak herdi di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat dia merem melek.

Perlahan aku membimbing terongnya menuju ke belahan durenku yang sudah basah. Namun dengan nakal, pak herdi hanya menempelkan dan menggessek-gesekkan ujung teronngnya di atas bibirku.

Terasa geli, memang. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat.
Belum pernah aku merasakan yang seperti ini.Ohh, pak herdi!?
Ayolah.aku udah nggak tahan lagi, cepet masukin dong! Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan serperti itu.

Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk menyambut kejantanan pak herdi yang sudah kenceng itu Kemudian aku menekan pantat pak herdi kebawah supaya terong itu bisa masuk dengan sempurna.

Aaahhhhh!?? aku menjerit kecil ketika batang terong pak herdi yang besar itu menembus belahan durenku.
Awalnya tersa seret dan perih, karena ukuran terong pak herdi memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku.

Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang durenku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat. perlahan-lahan pak herdi mulai mengayunkan pantatnya naik turun.

Hooooohhhh…, Pak! Ssssttt, enak pak! aku jadi ngmong tak karuan.ayo, Nov! Goyangkan juga pantatmu! Ooohhh! aku menuruti kata pak herdi.
kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan pak herdi.

Gesekan-gesekan halus antara batang terong pak herdi dengan dinding durenku terasa begitu nikmat.ohh,Nov! Yabegitu, terus goyangkan pantatmu! Uuuuhhh, Ooohh, yess,pak herdi tampak begitu menikmati permainan kami.

Kulihat wajahnya dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari durenku. Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan. Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang terong pak herdi.

Bahkan aku memeluk tubuh kekar pak herdi dengan erat.
Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu.
Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang pak herdi yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.

Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang mencapai setengah abad itu, Pak herdi masih memiliki stamina yang prima. sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya.

Hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku.Ooohh, pak? saya, mau ke….luarr!Sssshhttt, Aaahhh!
Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku.

Namun pak herdi masih terus mengayunkan terongnya keluar masuk dan menusuk-nusuk durenku.
Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang terong pak herdi mulai berdenyut didalam Durenku.

Sampai akhirnya.Aaaooouuhhh, Nov! Nikmat banget!
Lalu diapun menyembur deras dari ujung terong pak herdi.
Pak Herdipun kemudian menjatukan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya tampak terengah-engah dan terlihat kecapean.

Oh, pak herdi! Bapa memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini.
Terima kasih yah pak! Aku memeluk tubuh kekar pak herdi.Kusandarkan kepalaku di dada bidang pak herdi sambil mengelus-elus bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya.
Dengan lembut pula pak herdi membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. ahh,


Ternyata kelamaan jauh dari suami itu bikin aku ngga tahan menahan nafsuku untuk berhubungan B?d??an.
Kali ini justru aku yang mengarapkan lagi pak herdi untuk menemmaniku tidur Lagi.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)