SOSOK WANITA CHINESEE BERSAMA DENGAN HASRAT TERPENDAMNYA

PERCAYA!! SEORANG JANDA KINI HAUS AKAN KENIKMATAN

Mendapatkan kencan bersama perempuan keturunan dari tionghoa.

Setelah melihat daftar urut nomor hp wanita yang butuh teman kencan melalu salah satu aplikasi

jodoh atau apalah itu, lalu aku segera menyebar sapaan perkenalanku. Hasilnya, pesanku mendapatkan jawaban dari seorang wanita setengah baya yg berusia 30 tahun asal jakarta.

Sebut aja namanya chika. Awalnya, dia merasa terkejut dan mengaku tak pernah mencari teman kencan pria lewat chat aplikasi tersebut.

Namun setelah berdialog beberapa saat, akhirnya dia mengakui bahwa dirinya adalah seorang wanita yang kesepian. Bahkan dia malah memintaku datang ke jakarta dan segala biaya akan ia jamin.

Tanpa berfikir panjang aku langsung membalas pesan tersebut dengan mengiyakan.

Dengan memanfaatkan jasa kereta cepat Argo jurusan kota tersebut, aku bisa melesat ke stasiun gambir jakarta. Seperti yang dia pesan. Aku diminta menunggu di peron stasiun.

Cukup lama, aku menunggu sendiri di peron, hampir satu jam hanya duduk memandang orang-orang berlalu lalang. Semula aku hampir putus asa dan curiga, jangan-jangan aku hanya di kerjai. Ketika matahari sudah lenyap dan langit jakarta sudah gelap, ketika aku memutuskan untuk pergi dari stasiun gambir tersebut, tiba tiba ada seorang bapak2  yang menghampiriku.

Bapak tersebut menyampaikan pesan bahwa aku telah ditunggu wanita bernama chika di dlam taksi yang berhenti di halaman parkir. Untunglah, aku merasa lega. Seketika itu aku berlari mencari taksi tersebut.

Begitu aku membuka pintu taksi, ohh dadaku berdetak. Wanita kencan dari aplikasi di ponselku itu ternyata tidak setua usianya. Tubuhnya terlalu tinggi bagiku. sekitar 168 cm, sengkan aku hanya 158 cm. Kulitnya putih layaknya wanita etnis tionghoa.

“Ayo masuk.., pinta wanita berambut sebahu itu sembari memberi ruang duduk di sampingnya.

Wajahnya tampak gembira sekali ketika menatap wajahku.

“Ke hotel **** ya pak. Ujar chika kepada sang supir taksi tersebut.

Di dalam taksi aku duduk berhimpitan bersama chika, aku seperti di bawa terbang ke langit deh. Dikarenakan tubuhnya yang zuperr montok, dengan bra-nya yang berukuran 38B itu.

Dan pinggulnya, wahh membuatku benar-benar gemas. Sementara tatapan matanya, seolah ada rasa dahaga yang tertahan bertahun-tahun. hmmm.. rasanya itu membuatku tak sabar untuk melumatnya. Karena itu, begitu tiba di hotel aku bergegas chek in dan membongkar rahasia perasaanku di kamar nomor 105

Di kamar hotel 105, di antara lampu remang-remang, Chika hanya temangu memandangku. Matanya meneliti lekuk tubuhku yang masih basah habis mandi.

“Sini sayang, aku pijitin. Pasti kau capek sekali kan” ujar chika.

Tanpa banyak kata, aku hanya menurut saja. Maklum tubuhku capek sekali setelah menempuh perjalanan kotaku ke jakarta. Kalau di pijtin, ohh rasanya pegal di tubuhku akan hilang. Karena itu, aku segera tidur tengkurang di ranjang dengan setengah telanjang di dekat chika.

“Bagian mana dulu yang harus aku pijit syang?” Suara chika yang mendesah membuat daraku mendesir-desir.

“Terserah chika,”Jawabku singkat.

Dan tak lama kemudian, jemari lentiknya sudah menelusuri lekuk-lekuk tubuhku. Kadang-kadang tangan chika nakal menggoda bagian sensitifku. Urutannya lembut sekali, seperti menyulam setiap pori-pori kulitku.

Beberapa saat kemudian aku  ganti menawarkan diri untuk memijat tubuh chika yang super montok.

Seperti yang dia lakukan padaku tadi, mulai mengurut-urut bagian lehernya, kemudian turun ke punggung, pinggang dan paha. Setelah itu tubuhnya ku balik sehingga tidak tengkurap laggi.

Kali ini aku mengurut bagian buah dadanya dengan lembut. Selanjutnya aku mulai beraksi erotik. Awalnya saya membelai rambutnya dan mencium bibirnya.

Dia membalasnya dengan hangat, penuh kasih sayang.

Kurebahkan dia dengan perlahan, kutatap matanya erat-erat, kusingkirkan bajunya yang menutupi buah dadanya, yang sungguh penuh rangsangan terhadapku. Perlahan tapi pasti kulumat put*** susnya dan dengan tangan kiriku kumainkan put** yang satunya lagi. Chika melenguh keenakan, sungguh suara yang merdu dan hal ini membuatku greng lagi.

Selang beberapa menit kemudian ku angkat kepalaku sambil tetap memainkan tangan kiriku, kemudian kulihat ms V nya chika yang udah basah. Kulumat clitorisnya dan semua ruang vaginanya hingga Sandra menggelinjang berat. Ketika mr.p ku menegang dengan gagahnya lalu ku regangkan kedua pahanya dan kumasukan jariku ke lubang ms V nya. Kuputar putar dan kusodok-sodokan di bagian kanan atas,”

Eluhannya semakin keras saja, dan cairannya semakin banyak. Semakin penasaran lalu kupusatkan jariku disitu dan ku gosok-gosok bagian tersebut, ternyata chika pun berteriak semakin keras.

Cairannya keluar banyak sekali, dan akupun mulai tidak sabar.

Kuangkat mr p ku dan ku sodokkan ke lubang ms V nya dengan cepat, kali ini aku sodokkan terus menerus tapi rupannya mr Pku masih membutuhkan waktu untuk reload sehingga spermaku tidak lekas keluar.

Chika masih mengerang dengan kerasnya, dan kusodokkan mr. P ku ke bagian kanan atas, dan yah dia pun makin melenguh keras, dan kurasakan cairannya menyembur-nyembur dengan derasnya, aku makin bernafsu dan kulihat wajahnya yang khas, wajah yang penuh kepuasan dan erangan penuh kenikmatan yang merdu, yang membuat mr P  laki-laki mantapun tidak tahan.

Hingga akupun keluar lagi dengan deras dari ms V nya chika.

Ketika aku terbangun dari tempat tidur pada malam hari, Chika telah menyediakan kopi panas dan duduk di sebelah ranjang. Tapi hasratku masih menggelora. Tidak bisa tidak aku harus beraksi lagi. Maklum aku hanya bisa berada di jakarta hanya sehari. Syang kalau hanya sekali main di ranjang.

Karena itu setelah mencicipi kopi aku segera membuka kancing bh nya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Put*** kupegang dengan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding. Kami terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh chika menyandar ke dadaku. Dia sepertinya pasrah.

Baju tengtop chika akhirnya ku buka. Didalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahan-lahan, lalu ku kecup dan kuhisap hingga put***nya kemerahan.

Chika semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak terattur lagi.

Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah.

“Sssshh..

Put*** buah dadanya yang sudah merekah itu kujilati berulang kali sambil ku gigit perlahan-lahan .

Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya. Lidahku kini bermain di pusar Chika, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya. Ketika kulepaskan ikatan kainnya, tangan Chika semakin kuat menarik rambutku. Suaranya melenguh lenguh. Nafasnya terngah-engah ketika celana dalamnya kutarik kebawah.

Tanganku mulai menyentuh lagi daerah kemaluanya. Rambut halus di sekitar kemaluannya ku usap usap perlahan. Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannyA, dia menarikku berdiri.

 Pandangan matanya terlihat sayu bagi menyatakan sesuatu. Pandangannya ditunjukan ke tempat tidurnya.

Aku segera mengerti maksud dan tujuannya. Dia mitna ingin segera di masukin lubang kewanitaannya di atas ranjang. Dengan sebuah tarikan, tubuhku Chika kubaringkan terlentang, tapi kakinya masih menyentuh lantai.

Mukannya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei.

Buah dadanya membusung seperti minta di sentuh. PUT*** susnya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Kemudian tanganku membuka kancing bajuku satu persatu. Ritsleting jeansku kuturunkan. Aku telanjang bulat di hadapan Chika.

Mr. p ku berdiri tegang melhiat kecantikan tubuh Chika.

Buah dada yang membusung dan di hiasi put** kecil dan daerah di bulatannya put** kemerahannya. Indah sekali kupandang di celah pahanya. Chika terlentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik. Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuhnya. Sungguh lembut tubuhnya. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)