RELAKAN..PERAWANKU HILANG OLEH SEORANG AMANG OJEK!!

RELAKAN..PERAWANKU HILANG OLEH SEORANG AMANG OJEK!!

Ini sebuah kisahku saat aku sedang menaiki ojek di daerah bekasi.

Pengalaman tragis ini ku alami secara langsung, supaya tidak ada lagi nantinya yg mengalami kejadian seperti ini maka aku akan share aja ceritaku ini.

Perkenalkan nama aku Sendy dan usiaku kini menginjak 17 tahun.

Aku terlahir dari keluarga sederhana apa adanya dan saat ini aku duduk di bangku kelas 3 SMK.

Aku anak pertama dari 2 bersaudara, addiku satu2nya laki-laki ia masih duduk di bangku sekolah SD.

Aku seorang gadis yang akan beranjak dewasa, tubuhku tinggi dan sedikit gemuk. Kalu orang bilang aku ini montok”begitu katanya.

Tidak terlalu gemuk ataupun kurus.

Keseharianku setelah pulang dari sekolah, aku membantu ibu berjualan di warung depan rumah.

Aku mengenakan hijab jika bersekolah, tetapi kalu hari biasa aku tidak memakai hijab. Karena sekolahku islamic jadi mau ngga mau aku harus mengenakan jilbab. Sebentar lagi ujian nasional yang menentukan kelulusanku.

Namun mungkin aku tidak akan melanjutkan kulilah terlebih dahulu melainkan biaya yang akan di keluarkan tidak akan sedikit.

Aku juga tidak memaksa orangtuaku untuk menguliahkan aku. Aku ingin bekerja saja membantu orang tuaku yang hanya penjual nasi kuning dan gorengan. Guru-guruku sangan menyayangkan hal ini karena aku berprestasi di sekolah tersebut.

Sebenarnya ak udapat beasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi namun aku enggan. Dapat beasiswa tetapi uang untuk ongkos kesana kemari kaluah dari rumah aku harus kost.

Aku berfikir dua kali, kasihan lah orangtuaku, adikku masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Setidaknya aku sudah lulus hingga SMK, udah dapat ijazah untuk mencari pekerjaan.

Bekerja membantu ibu untuk membiayai adikku yang masih duduk di bangku SD.

Ayahku sakit-sakitan jadi dirumah hanya tebaring di tempat tidur.

Pagi menjelang, aku berangkat sekolah, sebelumnya aku mengantar gorengan pesanan di SD terdekat dengan rumahku. Kalu berangkat sekolah aku biasanya naik ojek mang Deny di pengkolan.

Karena jarak rumah dengan jalan raya sangat jauh. Karena jarak rumah dengan jalan raya sangat amat lumyan jauh. Mang Deny mengantarku sampai di pangkalan angkot dan aku memberinya uang 5ribu rupiah. Uang saku ku sehari 20ribu, itupun bisa menyisakan sedikit uang sakuku.

Hidupku tidak terlalu banyak tingkah seperti teman-temanku, aku apa adanya benar-benar hidup prihatin. Karena aku tau orang tua ku tidak sekaya orangtua mereka. Aku tau persis sangat susah mencari uang. Sampai di sekolah aku terlambat, karena angkotnya mengetem  cukup lama banget. Untung saja tryout belum di mulai, ini hari terakhir tryout dan minggu depan akan di mulai ujian nasional.

Waktu mengerjakan soal matematika dengan waktu 120 menit, aku berhasil menyelesaikan dengan waktu 90menit saja. Semua yang aku pelajari malam hari akhirnya keluar semua, jadi aku bisa cepat mengerjakan soal itu. Setelah tryout semua siswa di perbolehkan pulang, dan nada pemberitahuan bahwa pada hari minggu ada tirakatan di sekolah. Sepulang sekolah teman-teman mengajakku untuk pergi main.

Tetapi aku menolak karena aku harus pulang membantu ibu. Aku bergegas pulang kerumah naik angkot yang sudah berjajar di depan sekolah. Kemudian aku turun di pasar dekat pangkalan untuk membeli pesanan ibu. Setelah itu aku pulang ke rumah dengan mang Deny.

Singkat cerita, aku ingin bercerita pengalamanku sex paling tragis nan menyedihkan ketika di perkosa oleh tukang ojek baru.

Aku yang masih perawan ini, layaknya gadis yang mulai beranjak dewasa. Postur tubuhku yang bohay, payudaraku yang montok dan kencang parasku yang ayu membuat teman pria sering menggodaku. Namun aku selalu tahan dengan godaan, aku tidak ingin pacaran. Aku berkembang dewasa di masa pergaulan bebas ini, dan aku harus bisa jaga diri.

Ibu selalu memberikan pesan untukku agar selalu berhati-hati dalam memilih teman bergaul.

Jangan salah melangkah, karena seusiaku ini adalah target seks bebas. Teman sekolahku sudah berani berciuman bibir di sekolah, berpelukan bahkan berpacaran di tempat-tempat yang sepi. Lingkungansekolah dan pergaulan disini memang mengerikan.

Seks sudah jadi hal yang biasa di lakukan para muda mudi. Namun kisah yang aku alami ini memilukan, aku sudah berhati-hatipun masih saja terjerumus dalam pergaulan yang salah.

Waktu itu sekolahku mengadakan tirakatan untuk siswa kelas 3 biar di berikan kelancaran dalam mengerjakan ujian nasional. Hari itu hari minggu, jam 7 pagi sudah harus berangkat dari rumah.

Aku yang biasa di antar tukang ojek mang Deny ternyata dia libur, dan kini di gantikan keponakannya.

Aku baru tau kalu mang Deny mempunyai keponakan. Biasanya kalu libur aku mencari tukang ojek yang mangkal di pengkolan. Minggu pagi tepat jam setengah 7 tukang ojek itu sudah menunggu di depan rumahku. Aku terkejut karena aku belum menelfon atau mencari tukang ojek lain.

“Siapa yaa mass?”Tanyaku sambil kebingungan.

“Saya Tedy mbak, keponakan mang Deny mau antar mbak ke pangkalan angkot.”

“Ohhh keponakan mang Deny yaa, Tunggu sebentar yaa mas saya mau siap-siap”kataku.

Keponakan mang Deny itu masih muda paling umurnya masih 23an. Berpakaian rapi, juga terlihat ganteng. Aku masih terheran-heran sama pemuda itu, tapi yaaa sudahlah yang penting aku di antar sampai ke pangkalan. Aku dan mas Tedy berangkat menuju pangkalan angkot, dan sesaimpainya disana angkot penuh semua. Aku binggung karena udah siang takut terlambat.

Mas Tedy memutuskan untuk mengantarku ke sekolah, aku tanpa menolak langsung diantarnya.

Daripada aku terlambat, gerbang juga ditutup ntar bikin ribet. Kira-kira 25 menit sampailah di sekolah.

“Makasih yaa mas sudah mengantar sampai sekolah.” Aku berkata.

“Iya mbak sama-sama..”jwabnya.

Anehnya mas Tedy setiap menatap aku dia tersenyum-senyum sendiri, aku jadi takut. Aku bergegas masuk ke dalam sekolah dan mas Tedy pulang kerumah. Tirakatan itu berjalan lancar sampai jam 5 sore. Padahal jam segitu angkot sering penuh karena bebarengan dengan karyawan pabrik yang pulang.

Aku berjalan menuju gerbang sekolah, tampak motor bebek supra mas Tedy sudah di depan sekolah.

Benar-benar aneh rasanya, mang Deny aja ngga pernah jemput sekolah. Aku ngerasa ada yang beda, aku mendekati mas Tedy.

“ Mas kok jemput Sendy? Biasanya mang Deny juga ngga pernah jemput nanti dia menunggu di pangkalan aja..” Tanyaku

“Ngga apa-apa kok mbak santai aja..”ucapnya.

Aku langsung naik di motor mas Tedy, perasaanku ngga enak nih. Aku merasa sangat tidak nyaman, takut karena baru kenal dengan mas Tedy. Takut kalau di apa-apain di jalan, pikir ku jadi negative.

Sepanjang perjalanan aku terus berdoa semoga aku baik- baik aja.

Saat itu hari semakin gelap dengan jalanan  yang macet, mas Tedy mengajakku lewat kampung agar lebih cepat sampai. Aku nurut saja yang penting aku sampai dirumah dengan selamat. Tapi kok aneh ini kan kampung yang lebih jauh dari rumah.

“Mas bukannya ini lebih jauh yaa dari jalan raya, mending lewat jalan raya aja kalu gitu”Usulku.

“Tenang aja mbak, nanti juga sampai rumah”Ucapnya meyakinkanku.

Jawaban mas Tedy saat itu terasa agak sedikit memaksa, Aku takut banget saat itu, dalam hatiku berkata aku mau di bawa kemana. Setelah berputar-putar selama satu jam, mau di bawa kemana aku ini. Pikiranku ngga tenang, dan handphone aku tertinggal dirumah pada saat itu.

 Semakin sepi saja jalanan, Aku semakin gelisah. Tiba-tiba mas Tedy berhnti di sawah-sawah luas dan tidak ada pemukiman. Hanya ada gubuk kecil di pinggir sawah, mau ngapain coba malam-malam gini. Terus gelisah dan takut rasanya pengen lari dari tempat ini.

“Mbak aku lupa kalau bensin aku habis.”Katanya.

“Aduh. Gimana sih mas, ini udah jam 7 malam soalnya, aku takut kalu ibu mencariku..” ucapku dengan sedikit kesal.

“Sabar dlu yaa mbak, tunggu aja sebentar pasti nanti ada orang lewat..”ucapnya.

Tepat sepi kayak gini ngga mungkin ada orang lewat, hatiku resah. Mas Tedy mengajakku ke gubuk itu, karena gerimis.

Aku menolak tetapi hujan turun semakin deras, aku dan mas Tedy berlalu menuju gubuk tersebut.

Mas tedy mencoba memberikan jaketnya karena aku tampak kedinginan tapi aku menolak.

Mas tedy memandangiku, aku merasa tidak nyaman dengan pandangan aneh itu. Tiba-tiba dia memeluk tubuhku dan berkata.

“Aku butuh kehangatan Sen, aku ingin memelukmu malam ini..” Ucapnya dengan wajah mesum.

“Apa-apaan kamu mas, kamu jangan coba kurang ajar yah..”teriakku dengan keras.

Pelukan itu sangat erat, aku tidak bisa melepaskannya. Mas Tedy mendekapku dengan sekuat tenaga, setelah itu melepaskan aku. Aku mencoba berlari namun tidak bisa aku di dorong dengan keras mengenai bilik bambu gubukan itu, aku meteskan air mata, ternyata firasat ku benar.

Mas Tedy medekati aku, tangannya memegang wajahku.

Bibirnya mengecup bibirku, aku menolak tidak membuka mulut.

“Buka mulutmu atau mau aku paksa kamu..”Ucapnya mengancamku.

Aku takut dia memaksaku aku pasti sakit, aku membuka bibirku perlahan. Dia menciumi aku dengan penuh nafsu. Lalu tangannya meremas payudaraku yang sedang tumbuh besar itu, aku melepaskan tangannya. Namun tetap saja dia memaksaku, dia meremas remas payudaraku.

Aku tak kuasa, aku pun hanya diam dan meneteskan air mata.

Entah apa yang aku rasakan saat itu awalnya aku menolak mas Tedy yang mencoba memperkosaku.

Lama lama mas Tedy membuatku bergairah, dan membuka kancing bajuku hingga terbuka, dan aku hanya memakai bra saja pada saat itu. Tampak wajah mas Tedy sangat bersemangat setelah melihat payudaraku itu, dan aku takut.

Lalu ia menciumi payudaraku hingga aku lemas tak berdaya. Sinyal- Sinyal nafsu itu datang dari tubuhku, terasa aku sudah dikuasai birahi. Braku dibuka oleh mas Tedy, tampak mas Tedy juga melepaskan pakaiannya, dan dia telanjang hanya memakai celana dalam. Aku terkejut melihat mr.P mas Tedy tegak berdiri walaupun tertutup celana dalam.

Mengulum put*** susku kembali sambil meremasnya. Aku tak kuasa menahan kenikmatan itu.

“Ahhh.. mass jangannnn..”Desahku.

Aku terus mendesah dan mencoba menghentikan mas Tedy, namun tetap saja dia bermain sesuka hatinya.

Dia mulai menikmati tubuhku yang masih mulus dan perawan. Dia memainkan di bagian-bagian yang membuat aku horny. Dia mengulum putingku, aku tak kuat. Lidahnya terus bergoyang memutari Susku, tangannya meremas payudara kananku.

Semakin aku mendesah dia semakin keras memainkan lidah dan tangannya. Setelah itu dia melepaskan payudaraku.

Put***ku sangat menonjol karena di kulum sangat lama. Mas Tedy melepaskan rokku, celana dalam ku di lepas hingga aku tak berbusana lagi. Namun aku masih mengenakan hijab sungguh waktu itu aku sudah tak sadarkan diri.

Mas tedy menggesek-gesekan mr.Pnya di kemaluanku yang mulus tanpa rambut itu.

Tampak mas Tedy memerah wajahnya, aku merasakan kenikmatan dan ketakutan. Rasanya sudah nggak bisa aku ceritakan sungguh sangat nikmat, kedua tanganku di genggam mas Tedy dengan eratnya.

Dia terus saja berusaha mencoba membangkitkan gairahku agar lebih bisa merasakan tiap apa yg di sentuhnya itu, dan sesekali aku menolaknya.

“jangann masss.. uhhh”Desahku namun aku masih mencoba terus menolak.

Dan ternyata mas Tedy membohongiku bahwa bensin motornya itu masih ada, dia hanya ingin memperkosaku. Sepanjang perjalan pulang mas Tedy meminta maaf tetapi aku tidak menanggapinya.

Karena aku sangat kecewa dia memaksaku untuk melayani gairahnya. Aku harus kehilangan perawanku yang selama ini aku jaga. Sesampai di rumah aku turun dari motor dan bergegas masuk ke rumah.

Ibu bertanya kepadaku..” aku pun tidak menjawab. Aku masuk kamar dan menguncinya, aku terus kebayang- bayang kejadian barusan. Kelakuan mas Tedy yang sudah tega merenggut keperawananku.

Itulah pengalamanku yang telah di perkosa oleh tukang ojek pada malam hari itu.

End.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)