PETAPA TANPA KEPALA DI GUNUNG

BERTEMU PETAPA TANPA KEPALA

Perkenalkan nama saya John dan Teman say Bogel.

Kami Berdua di hantui dan melihat penampakan orang tak berkepala / kepala buntung di perjalanan ke salah satu gunung di daerah jawa.

Tepatnya tanggal 12 april 2018, subuh kami berangkat dari kota Bandung, Kebutulan ini adalah Pertama kalinya saya mendaki gunung dan langsung ke gunung yang lumayan angker menurutku.

Ketika sebelum berangkat saya udah merasa janggal, tapi saya hiraukan mungkin karena saya berangkat tidak izin orang tua dulu. sekitar pukul 9 pagi saya baru sampai di salah satu BaseCamp gunung tersebut. Di situ saya membeli air mineral dan mengurus simaksi. Setelah paking dan membeli ticket kami pun berangkat menuju pos 1 gunung tersebut.

Karena ini pertama kalinya saya mendaki gunung jadi saya jalan pelan dan sedikit2 berhenti. Perjalanan pun terasa lama sekali, kabut semakin tebal dan hawa dingin semakin menusuk padahal siang hari.

Perjalanan dari BaseCamp sampai Pos 1 saya menghabiskan 3jam perjalanan. Sesampainya di Pos 1 saya dan Bogel Istirahat dan makan siang. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pos berikutnya.

Perjalanan semakin dingin dan kabut tebal sudah mulai turun, semakin mistis dengan banyak nya suara-suara binatang. di tengah perjalanan saya kram otot kaki, dan saya seperti ada yang mendorong, sontak saat itu pun saya terjatuh tersungkur dan hampir masuk jurang, karena samping saya itu jurang yang lumayan dalam dan banyak sekali bebetuan.

Sambil istirahat dan di urut kaki saya sama Bogel, setelah agak membaik saya melanjutkan perjalanan walaupun menjadi semakin lambat dari sebelumnya.

Ketika hampir mencapai pos 2 saat melewati pohon tumbang yang besar saya saat itu mendengar suara iringan musik gamelan dan nyanyian bersamaan bau bunga melati. Saya disitu diam saja dan gak bilang ke teman saya supaya dia tidak merasa takut dan panik.

Di tengah perjalanan saya memutuskan untuk istirahat karena kaki mulai terasa nyeri kembali dan udah lumayan lelah, tidak berapa lama datang burung jalak lumayan banyak, burung jalak itu seperti sedang menuntun kami ke perjalanan menuju pos 2.

Perjalanan di lanjut hawa dingin, Gerimis dan kabut tebal mulai turun. tidak sadar hari sudah mulai sore, dan ini inti dari carita ini.

Ketika hari sudah sore dan mulai terdengar adzan dari kejauhan, saya masih belum sampai di pos 2, tidak tahu apa memang pos 2 itu terasa sangat jauh.

Saya bilang ke Bogel “Kalau saya sudah tidak kuat lagi, Energi saya sudah terkuras habis, Gel”. Jalan aja udah seperti orang tidak punya energi. Saya kala itu benar2 sudah lelah dan pengen sekali mendirikan tenda lalu tidur.

Setelah itu kami pun memutuskan istirahat dan sambil ngopi sejenak, tidak lama kita istirahat disitu saya melihat dari kejauhan sesosok orang memakai baju serba putih, duduk sambil bersilah tetapi tidak ada kepala nya, hanya kaki, badan sampai leher.

Saat itu saya kaget dan saya bilang ke Bogel ” Siapa itu Gel?”

gambar ilustrasi.

“Tidak ada siapa-siapa, John” jawab Bogel.

Dan saya langsung ketakutan, dan Bogel bilang “Sudah kita lanjutkan perjalanan aja John”

“Udah Pokonya kita camp di dekat sini aja, pos 2 masih jauh Gel.”

Bogel terus berpikir apakah harus mendirikan tenda di samping jalan pendakian. Setelah kejadian tadi saya terus menoleh ke arah orang yang berbaju putih tadi, dan alhamdulilah udah tidak ada lagi. Saat itu saya sudah lelah sekali seperti mau pingsan.

Terus Bogel memutuskan untuk ngCamp disitu, disamping jalan pendakian. Untung nya ada space sedikit untuk mendirikan tenda uk 4 di samping jalan pendakiaan, bukan di tengah2 jalan pendakian.

Setelah mendirikan tenda, serta masak dan makan saya lansung masuk ketenda karena udah yang sangat dingin menusuk badan. Dan ukuran tenda 4 orang menjadi terasa sempit.

Ketika sambil tiduran saya mendengar suara seperti auman harimau atau apalah itu sangat keras seperti berada di samping tenda saya terus berdoa dan karena kelelahan saya langsung tertidur.

Tapi Bogel dia tidak bisa tidur dan terus berjaga di dalam tenda karena takut ada Babi hutan atau binatang lain nya.

Pada Malam harinya Dia bercerita apa yang dia alami saat berjaga di tenda (Bogel bercerita ini ketika sudah sampai di rumah) Bogel bilang kalau ada yang menggeser tanda kami. Saya tidak tau itu penunggu di sana atau babi, padahal saya sebelum mendirikan tenda sudah izin terlebih dahulu kepada penunggu2 di situ. Mohon maaf saya mendirikan disitu karena keadaan darurat, di tambah gerimis serta sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan.

Pagi hari pun tiba dan saya bangun dan melihat Bogel yang sedang Foto2. kala itu ada seorang teman di perjalanan dia berasal dari Bogor nama nya Reza, okey saat itu tidak ada hal-hal aneh.

Saya langsung Packing dan melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung bersama Reza. Ketika di pertengahan perjalanan setelah pos 2 saya memutuskan untuk istirahat.

Saat kita istirahat dan kami berbincang Reza bertanya kepada kami “Kamu berapa orang?”

“Berdua doang bang” saya jawab.

“Yakin berdua doang?” Tanya Reza.

“Iya kami berdua doang bang, emang ada apa bang?” Jawab Saya

“Aku liat kamu ber3 tadi, yang satu pake jaket oranye di dalam tenda lagi masak. Tapi dia membelakangi pintu tenda” Kata Reza.

Laaaaah saya merinding kala itu, Di dalam hati saya berbisik ” Pantesan tenda tadi malem jadi sempit.” Kala itu saya bener2 kaget dan saya bilang sama Bogel. “Apa bener Gel?” si Bogel malah dian aja dan melanjutkan perjalanan.

Singkat Cerita kita sudah sampai puncak dan gak terlalu lama disana karena kabut mulai turun dan kita pun langsung di ajak turun sama Reza. Lanjut deh turun.

Ketika saya turun dan melintas ke tempat kemarin saya melihat orang tanpa kepala itu saya gak berani menoleh, hanya menunduk kebawah terus.

Ketika di tengah perjalan saya mendengar kembali suara gamelan lagi dan hujan gerimis cuaca yang kurang mendukung dan suasana yang terus menerus mistis terus menghatui saya di perjalanan.

Mungkin itu saja yang dapat saya ceritakan, kalau ada kata yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besar nya.

Terima kasih telah mendengar Cerita ini.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)