Pembantu Berpengalaman

Pembantu Berpengalaman

Runpilgrim.com, Hari Minggu siang ini aku sedang santai membaca buku tentang Kicauan Burung, ketika aku mendengar suara mobil istriku berhenti didepan garasi. Suaranya yang nyaring itu, terdengar ketika ia memanggil pembatuku untuk membuka pintu garasi. Aku melongokkan kepalaku kearah garasi ketika dia masuk dengan membawa bebarap kantung belanjaan.

 Anindi, masukkan barang-barang ini ke kulkas segera ya… perintahnya kepada pembantuku. Anindi adalah pembantuku satu-satunya, setelah kemarin Nurul minta ijin untuk berhenti karena mau dikawinkan oleh kedua orang tuanya..

Tak lama kemudian istriku datang menghampiriku yang sedang santai membaca sambil nonton acara TV. Dan dia memberitahuku tentang Anindi pembantu baru itu.

Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembantu baru ini. Sosok tubuhnya cukup tinggi, dengan wajah yang mencerminkan gadis dari desa dan perawakan yang cukup bagus.

Yang membuat aku agak memberikan perhatian lebih lama adalah bongkahan daging yang sangat menonjol didad*nya itu. Aku memang gak bisa menahan diri, jika melihat buah d*da yang membusung seperti itu. Wah enak nih kalau bisa merem*s dan meng*l*m buah dad* seperti ini, pikirku..

Umurnya baru 22 tahun, tapi dia sudah pengalaman menjadi TKW ke Arab.. Dan istri ku mengenalkan dia kepadaku dan menyuruh nya untuk melayani saya dengan baik, sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan buah dad*nya yang bulat itu.

Diapun langsung membalikkan badan dan berjalan kearah dapur. Sempat aku perhatikan perawakannya dari belakang, ternyata dia punya p*nt*t yang cukup bundaar dan sekal, pah* dan betisnya sangat bagus bentuknya walau kulitnya tidak terlalu putih. Ini jenis body yang sangat membangkitkan selera n*fsu bir*hiku. Tak terasa adikku sudah mulai bangun dan menggeliat ketika membayangkan pembantu baruku tanpa sehelai benang ditub*hnya.. Aaaargghh….!!! 

Pekerjaanku sebagai konsultan lepas untuk beberapa perusahaan membuatku lebih sering berada dirumah, dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Aku keluar rumah ketika ada klien atau mitra yang harus kutemui,

selebihnya aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan bermain bersama anak-anaku. Sehari-hari setelah mengantar anak-anakku kesekolah, aku kembali kerumah dan mulai mengerjakan tugas-tugasku .

Aku sedang diruang kerjaku menulis analisa tentang perusahaan telekomunikasi T…. yang merupakan kompetitor dari klien utamaku, ketika Anindi melewatiku dengan membawa peralatan pembersih,. Kupandangi wajahnya yang masih tetap menunduk kemudian turun kedad*nya yang membusung, padat dan tegak.

Pertama-tama aku basa-basi menanyakan umurnya dia langsung ku arahkan ke pertanyaan yang frontal. Aku menanyakan apakah dia sudah kawin apa belum Dia makin menundukkan kepalanya dan kemudian dia menjawab dengan lemah, katanya dia sudah pernah dan sudah mempunyai anak, dia bekerja disini karena alasan untuk mencukupi kebutuhan anaknya. Runpilgrim.com

Hehehe ada kartu AS nih buat aku untuk mu*sin sikecil yang sudah mulai tegak.. Oke untuk hari ini kamu aku biarkan lolos dari incaranku, sambil mulai memikirkan cara untuk dapat menikmati tubuhnya, terutama dad*nya sang sangat tegak, padat dan sekal itu..

Pagi itu aku sedang mengetik kerjaan didepan komputer ketika Anindi lewat untuk membersihkan kamarku.. Hemmhh.. Masiih dengan kaus yang agak ketat, dad*nya tampak sangat membusung dan menggairahkan..

Dia pun meminta ijin untuk membersihkan kamar dan wc saya, akupun mengiyakannya sambil menatap buah dad*nya yang indah itu.

Aku melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan cara yang tepat untuk menikmati buah dad* pembantu baruku ini.. Ketika kudengar dia memasuki dan membersihkan kamar mandiku, aku segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi..  dan aku meminta tolong untuk menggunting bulu yang ada di telingaku.. Dengan hati-hati dia mulai memotongi rambut di telingaku, dan dengan sengaja kuangkat sikuku, sambil berpura-pura meringis kesakitan, hingga menyentuh tonjolan didad*nya..

Dia agak mundur sedikit, tapi kembali sikuku mengejar buah dad* yang kesat itu. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak.. Ketika kusuruh dia pindah kekuping kiriku, sekarang dengan telapak tangan kananku kusentuh, kutekan, dan mulai kur*masi buah dad* yang sudah beberapa hari ini menghantuiku.. Dia menjauhkan tubuhnya dan berhenti memotong rambut kupingku..

Tapi aku segera menghardiknya dan menyuruh untuk melanjutkannya, Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati, dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk mer*mas dad*nya.

Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya berhasil kusentuh dan kur*mas dengan nikmat buah dad*nya yang sebagian lagi masih tersembunyi dibalik Behahhhnya.

Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya ku biarkan di keluar dari kamar mandi.. Uhh… ini buah dad* yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan… Awas kamu nanti Anindi, janjiku pada diriku sendiri.. Aku harus bisa menikmati lebihhh…..

Biasanya anak-anak memang tidak tidur bersama aku dan istriku..Dan Anindi setiap malam tidur dikamar tidur anakku, dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamar itu..

Tapi malam itu anak-anak tidur dikamarku, jam 21.30 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku. Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Anindi menaiki tangga dan masuk kekamar anakku..

Ah.. malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya buah dad* si Anindi pikirku.. Tiga jam kemudian, setelah yakin istriku lelap dalam tidurnya, aku mengendap-endap mendekati kamar anakku dan menempelkan kupingku kepintu..

Aku yakin Anindi sudah tidur, karena dari dalam kamar anakku hanya suara desis AC saja yang terdengar.. Kunci pintu kamar anakku memang sengaja aku sembunyikan, sehingga dengan leluasa aku masuk dan segera menutup kembali pintu..

Kulihat Anindi tidur dengan nyenyaknya, dan dad*  yang membusung itu nampak dengan jelas dibalik setelan dasternya yang longgar.. Kucoba untuk membuka kancing atas dasternya, ternyata dia tidak mengenakan Behahh malam ini.. Waaahh….pucuk dicinta ulampun tiba, pikir ku

Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah buah dad* yang bulat dan tegak.. Aku yakin ukurannya tidak kurang dari 36c, dan yang membuatku tambah ter*ngs*ng karena buah dad*nya tetap tegak kencang walau dia dalam posisi telentang..

Kutangkupkan telapak tangan ku pelan-pelan diatas dad* indah itu, dan pelan-pelan aku mulai mer*masnya.. Wahhh adikku sudah mengeras dengan cepatnya, dan n*fsuku makin tak tertahan..

Runpilgrim.com, Segera kuhentikan rem*s*nku, ketika dia bergerak hendak pidah posisi walau masih dalam keadaan tidur. Ternyata posisinya malah makin membuatku spaneng.. Sekarang dia telentang sepenuhnya, dan kedua kakinya membuka agak lebar, dengan buah dad*nya membusung tegak tanpa tertutupi daster atasnya yang telah kubuka kancingnya..

Aku sudah tak dapat menahan lagi n*fsuku yang memuncak, segera kuaposisikan kedua lututku diantara kedua pah*nya dan kutindih dia seraya mulutku tanpa basa-basi lagi segera meng*l*m dan meng*sapi buah dad*nya..

Anindi terbangun tapi masih belum sadar apa yang terjadi, dan ketika kesadarannya pulih keadaan sudah terlambat karena buah dad*nya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kul*man mulutku dan kedua tanganku segera menahan kedua tangannya yang hendak mendorong kepalaku.. Ahhhhh memang enak benar pembantu baruku ini..

Benar-benar kenyal dan padat sekali, pantas tetap tegak walau dia dalam posisi telentang dan tanpa penyangga apapun.. Inilah buah dad* yang selama ini kuidam-idamkan.. Mulutku tak henti meng*l*m dan meng*s*p Anindi, p*tingnya kekecap-kecap dengan lidahku..

Awalnya Anindi masih berusaha memberontak, tapi ketika kukunci pinggangnya dengan pinggangku yang berada diantara kedua pah*nya, dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku, akhirnya dia pasrah dan mengendurkan pemberontakannya.. Aku makin menggila dan mulutku makin gencar menghajar kedua buah dad*nya bergantian.. 

 Nampaknya dia tak bisa menghindar dari rangsangan yang timbul dari k*l*man dan is*p*nku pada kedua buah dad*nya, sebab matanya mulai memejam dan dia seakan menggigit bibirnya sendiri menahan r*ngs*ngan itu..

N*fsuku juga makin memuncak melihat ekspresi wajahnya yang mencoba menahan r*ngs*ngan yang timbul, dan akhirnya aku coba untuk menarik c*lana p*ndek longgar yang dia kenakan sedikit..

Dia menahan tanganku yang mencoba menarik turun cel*na pend*knya, tapi segera kutingkatkan serangan mulut dan lidahku pada buah dad* yang membuncah itu, sambil kembali aku berusaha menarik turun c*lana p*ndeknya..

Akhirnya dengan masih tetap menindihnya aku berhasil menarik turun c*lana p*ndek sekaligus cel*na dal*mnya hingga ke pergelangan kakinya, dan akhirnya lepaslah cel*na itu dari t*buhnya.. Yeessss….. terpampanglah tubuh b*gil pembantu baruku tetap dibawah tindihanku, dan masih juga mulut dan tangan ku bergantian menghajar kedua buah dad*nya tanpa henti..

Kuhentikan sebentar kegiatanku dengan masih dalam posisi dimana aku duduk diantara bentangan pah*nya yang sudah t*lanj*ng, dan mulai aku melepaskan kaus dan c*lana dalam hingga akhirnya aku dalam keadaan t*lanj*ng bulat.. Anindi nampak kaget dan agak ketakutan melihat kelakuanku, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena aku masih tetap mengunci posisinya dibawahku.. Aku mulai lagi meng*l*mnyaa Anindi bergantian kiri kanan, sambil menindihnya aku mulai menempatkan adikku tepat diatas itunnya dan mulai masuk setengahnya, rasanya luar biasa enaakkk..

Kulihat dia memejamkan kedua matanya dan gigi atasnya menggigit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika adikku yang berdiameter 3 cm dan panjang 16cm mulai menyeruak makin kedalam…

Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya adikku masuk sepenuhnya kedalam itunya Anindi… Ahhhh.. Benar-benar nikmattt cengkraman Anindi, dia mengejan menahan rasa sakit ketika seluruh adikku masuk menghunjam kedalam …

Rasa-rasanya seperti dipijat dan dis*dot-s*dot.. Akhirnya pelan-pelan aku mulai menggerakan adiku mundur separo, berhenti sedetik dan mulai maju lagi hingga habis tenggelam dalam cengkeraman nikmat nya Anindi..

Setelah lebih 15 menit aku mengayun dengan kecepatan yang bervariasi, akhirnya kuhentikan ayunanku dan kulepaskan adiku dari cengkeraman itunya yang luar biasa p*ret…

Pelan kembali kuayun p*ngg*ngku kedepan dan kebelakang, sambil tanganku menahan dan mer*mas p*ntat Anindi yang bulat, sekal, dan padat itu..

Pemandangan itu membuat n*fsuku makin kuat, apalagi ketika melihat ss*nya terayun-ayun tegas mengikuti ayunan ping*ngku ke pnt*t sekalnya, serta erangannya ketika aku menekan habis adiku kedalamnya..

Apalagi cengkeraman otot itu dan raut wajahnya yang mengejan menahan rasa sakit dan r*ngs*ngan yang timbul, membuatku tak dapat menahan lagi untuk mer*m*si dan meng*lum* kembali kedua ss*nya..

Kadang kugigit kecil karena tak mampu menahan rasa nikmat dan gemasku atas kk*ny*lan ss*nya.. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit, rngs*ng*n itu memuncak dan kepala adiku terasa luuaar biiaasssaa nikmat..

Gerakan ayunanku semakin cepat dan akhirnya aku tak dapat menahan lebih lama lagii, persis ketika air mn*ku sampai diujung mulut adiku, segera kutarik keluar dan kumuntahkan air mn*ku diatas p*rut, dd* busung, dan sebagian wajahnya..

Nikmat sekali dan tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air mn*ku keluar deras meny*mpr*t perut, dad*, dan wajahnya… Setelah habis air mn*ku keluar, aku rebahkan diriku disamping Anindi yang lemah tergolek telentang setelah kugarap hampir satu jam penuh..

Dia segera menarik selimut yang tergeletak disampingnya, dan menutupi tubuh t*l*nj*gnya dengan selimut itu.. Sepintas sempat kulihat dia menitikkan air mata, dan suara tangis yang ditahannya beradu dengan napasnya yang tersengal..

Dia berusaha menahan tangisnya, dan segera kutinggalkan kamar anakku kembali ke kamar kerja untuk mematikan komputer dan masuk kekamar tidurku..

Kulihat istri dan anakku masih tertidur dengan nyenyaknya, kala kulihat jam telah menunjukkan pukul 1.. Kurebahkan diriku disamping anakku, dan kucoba untuk tidur.. Tapi kenikmatan yang baru saja kurasakan masih membayang jelas dalam pikiranku, dan menghalangiku untuk segera tidur.. Kapan-kapan aku harus mengulanginya lagi, pikirku…

Selesai……………

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)