Kisahku dan kejujuran istriku

kejujuran sepahit apapun lebih baik dari pada kebohongan

Mungkin bagi sebagian besar pria di Indonesia masalah keperawanan calon istri masih dianggap sebagai hal yang sangat penting bahkan bagi yang pria yang sudah nggak perjaka lagi (egois ya.
keperawanan itu dianggap sakral dan merupakan simbol kesucian wanita lalu bagaimana jika calon istri ternyata sudah tidak perawan lagi dan itu baru diketahui setelah hubungan menjadi sangat serius.

Mungkin banyak pria yang akan kecewa ketika diharapkan dalam posisi demikian dan tidak jarang yang akhirnya memilih untuk membatalkan niatnya untuk menikah Naum seiring dengan pergeseran nilai-nilai moral dalam masyarakat semakin banyak juga yang tidak terlalu mempedulikan masalah keperawanan calon istrinya.

Tapi apakah sesederhana itu pertimbangannya.
Hmm Jika saya dihadapan pada situasi seperti itu ada satu hal yang akan saya pertimbangkan. oh yaa saya masih termasuk orang yang mensakralkan keperawanan.

Sebagai orang yang masih mensakralkan keperawanan. saya ngga anti sama calon istri yang sudah ngga perawan adal hal yang bisa memupus masa lalu calon istri yang anggaplah ngga sesuai dengan harapan yaitu kejujuran dari calon istri itu sendiri. Karena itu apakah saya mengetahui ketidak-perawanan calon istri dari pengakuannya sendiri. atau malah saya mengetahuinya dari orang lain. menjadi hal yang penting bagi saya sebelum sampai pada tahapan unntuk mengambil keputusan.

Kejujuran. mungkin dapat dijadikan sebagai barometer untuk menilai seberapa besar sang calon istri itu ingin membuka dan memperkenalkan dirinya dengan jelas. dengan berani menceritakan masa lalunya. yang tidak sesuai dengan harapan calon suami. maka sesungguhnya.
Saya rasa dia tengah berupaya untuk membuka dirinya. agar calon suaminya mengenal betul siapa dirinya itu artinya dia tidak ingin membohongi calon suaminya itu. walaupun ada resiko bahwa dia akan ditinggalkan jika sebelum menikah. dia juga bisa menjadi istri yang lebih dapet dipercaya.

Cukupkah sammpai di situ. ya ngga juga.
Banyak masalah lain yang juga mesti dipertimbangkan. misalnya karena sebab apa keperawanannya hilang atau seberapa sering hubungan “gitu” dilakukan sebelum dengan calon suami yang sekarang Beda pertimbangannya dong antara calon istri yang hilang keperawannya karena dilecehkan atau di bohongi. yang memang doyan melakukan hubungan “gitu”.. dan menganggap itu sebagai hal yang biasa saja yang sudah umu dilakukan.
itu senua tergantung seberapa besar toleransi yang bisa diberikan oleh sang calon suami.
Tapi setidak-tidaknya. kejujuran calon istri itu bisa jadi pertimbangan awal sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Oh ya. kejujuran itu juga mestinya bukan cuma dituntut kepada calon istri tapi juga berlaku bagi calon suami biar adil dan tercipta hubungan saling percaya.. dan ingat lah kejujuran sepahit apapun lebih baik dari pada kebohongan..

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)