DI DATANGI POCONG SETELAH KEHILANGAN KEPERAWANAN

DI DATANGI POCONG SETELAH KEHILANGAN KEPERAWANAN

Nama gua Cindy, gua mahasiswi di salah satu kampus di jakarta. Gua menceritakan kejadian waktu gua masih di bangku sekolah.

Sekolah gua salah satu yang berada di Bandung, dan memang dari awal masuk gua sudah mendengar desas desus dari cerita yang beredar di beberapa teman gua kalau ada seorang laki-laki yang naksir sama gua, tapi saat itu gua hiraukan karena malu dan gua masih anak baru di sekolah itu.

Singkat cerita gua dan cowo yang naksir sama gua udah mulai dekat setelah beberapa bulan kita satu kelas, walaupun dari sejak awal masuk dia sudah dikenal banyak kasus di sekolah. Sedangkan beberapa teman ku yang lain yang diam-diam menghanyutkan karena dari dulu mereka orang yang pendiam namun nilai selalu bagus. Setiap istirahat pasti selalu saja sama mereka, sebut aja meraka Rey cowo yang suka sama gua, Anisa dan Fanny cewe yang selalu bareng sama gua.

Pagi itu jam 9 Rey dan Andre ke tempat gua di paling depan

“Cindy, diem aja loe?” pertanyaan gabut dari Rey.

“Kenapa emangnya, ribet banget!?” jawab gua.

“Hadeh, cewe kayak lu ribet emang dikit-dikit marah, PMS lu yak?” Jawab rey

“BERISIK!” Gua ngomel karena males dengerin dia. “Dah Rey, jangan ganggu! Kita ke kantin aja lu laper kan?” Andre langsung memalingkan suasana dan bagusnya Rey langsung mengiyakan. Beberapa waktu kemudian bel sekolah pun berbunyi untuk lanjut jam pelajaran hingga istirahat sekolah ke 2.

Di istirahat ke 2 ini jam 12 sekaligus untuk sholat dzuhur untuk jam pulang gua sendiri kita pulang jam 2 siang. tiba-tiba Anisa dan Fanny nyamper ke gua

“Cin, ke kantin yuk abis itu sholat?” Ajak Anisa.

“Gak ah, gua gak ke kantin masih kenyang” jawab gua dengan males.

Hingga pas pulang gua ketemu mereka bertiga lagi dan mereka bener-bener serius ngajak gua ngobrol dan ini buat gua gak masuk di akal.

“Rei! Gua mau nagajak lu hari Sabtu ke sekolah buat nginep, mau gak?” Tanya Anisa. (Sabtu ke sekolah? ngapain Batin gua heran.

“Kita temenin si Andre sama pacar loe” kata Anisa.

“Yaelah! gak gua banget! Ogah gua” jawab gue dengan males

“Dari pada lu belajar mulu, sesekali lah, ok?” Tanya Anisa

“Gua izin ibu dulu.” Jawab gua dengan datar.

“Ok, SIP hari Jumat jan lupa kabari gua ya?” Tanya Anisa

“Ya kita liat aja nanti”. karena rumah gua dan mereka berdua beda gua akhirnya berpisah karena beda komplek.

Sesampai di Rumah gua langsung cari mama gua untuk cari alasan agar dapat izin gua bilang kalau hari sabtu ada kegiatan sekolah untuk jurit malam, karena kalau untuk masalah kegiatan sekolah mama gua selalu kasih jalur hijau.

“mah, aku mau ikut jurit malam yah sama anak pramuka ma hari Sabtu, boleh gak?”

mama gua pun menjawab “ya udah tapi yang bener lho jangan bercanda sama pacaran!”

Untuk urusan pacaran sendiri mama gua melarang karena bisa ganggu fokus gua tapi di sini gua gak tau tujuan asli mereka apa yang memungkinkan adalah mereka ngajak gua buat ngeliat Rey sama Andre.

“Iya mah aku janji.” Sampai ke hari Jumat

di mana pagi-pagi mereka udah nanyain gua dan gua bilang ‘ya’ ke mereka dan kebetulan mereka langsung bilang ke Rey dan Andre kalau gua ikut nanti hari sabtu

Sampai lah ke hari sabtu, mereka langsung nyamperin ke rumah gua untuk bantu persiapan dan bantu izin lagi ke ortu gua biar makin percaya kalau hari ini ada acara di sekolah.

Kita berangkat dari rumah gua sore hari, dan kita langsung menuju ke rumah Rey untuk menyimpan barang-barang yang tadi gue bawa. “biar engga ribet” kata Anisa. Singkat cerita kita sudah berada di sekolah dan kita berangkat dari rumah Rey jam 8 malam tadi, setelah selang berepa Rey bilang kalau kita kesini itu untuk mencoba memanggil POCONG di gudang belakang.

gambar 1

Sotak gua pun kaget ketika Rey bilang begitu, tapi akhir nya gua setuju dengan apa yang dia bilang mungkin karena gua penasaran apa bener yang mereka bicarakan itu atau cuman alasan Rey doang buat cari alasan agar bisa dekat gua.

“kita bagi 2 tim yah” kata Anisa

“Loe Cindy sama Rey, gua bertiga yaah” Tegas Anisa

“TERSERAH loe dah!! AWAS jangan sampe kerasukan loe yah BANGS*T” Kata gua dengan nada kesal.

Kita pun akhir nya berpisah, gua sama Rey ke arah belakang, meraka ke arah gedung olahraga. Singkat cerita gua sama Rey sampai di Gudang belakang sekolah disana banyak sekali barang yang sudah gak terpakai dan suasana yang cukup merinding dan udara yang sangat lembab.

Ketika kita masuk dan gua kaget karena Rey yang dari tadi diam di depan gua teriak kencang sekali. “Ada apa Rey?” Tanya gua.

“ HAHAHAHAHA loe takut yah Cindy” kata Rey.
“SIALAN loe ANJI*G, gua kagak takut gua cuman kaget denger loe teriak kaya tadi BANGS*T” Kata gua dengan nada kesal dan gua pukul dia langsung.

Karena dari tadi kita tidak nemuin apa-apa akhir nya kita istirahat sebentar dan dari situ Rey tiba-tiba pegang tangan gua dan terus di bilang kalau dia suka sama gua dari pertama kita masuk sekolah. Gua pun mengiyakan apa yang dia bilang yaaaaa walaupun gua juga sebenernya ada rasa sih sama dia.

Selang beberapa kita pacaran Rey terus diam dan seperti ada yang mau dia bicarakan, dan gua Tanya “kenapa loe Rey?”
Setalah gua bertanya itu Rey tiba-tiba langsung pegang muka gua dan dia langsung CIP*K gua, dan gua pun langung terangsang dan peluk dia, dan dia mulai meraba-raba TOK*ET “Cindy, Kita ng*w* yuk?” Tanya Rey

Karena sudah mulai TERANGSANG gua pun mengiyakan ajakan dia dan tidak berfikir apapun Rey mulai meraba dan melepaskan baju dan celana ku, terus tangan ku pun ikut memegang sesuatu yang berada di dalam celana Rey dan ngac**g.

Rey terus meraba bagian bawah gua dan memasukan jarinya perlahan-lahan. Mungkin pertama kali nya gua ngelakuin beginian dan emang benar terasa sakit banget dan mulai berdarah. Setelah kita bener2 ke enakan melakukan itu ketika aku terbaring di atas meja seakan ada seseorang yang terus memperhatikan kita di dekat jendela dan benar saja ketika gua liat ke jendela, gua liat sesosok baju putih dengan muka hitam dan mata merah menyeringai ke gua.

gambar 2

Sontak saat itu gua berteriak dan memeluk Rey yang sedang berada di atas ku.
“kenapa kamu, Cindy?” Tanya Rey.
“gak apa-apa Rey, Udah lanjutin aja abis itu kita cabut yah” jawab gua.

Setelah kita selesai melakukan itu, kita langsung pakai kembali baju dan celana dan langsung cabut cari teman-teman yang lain nya.

Setelah kita bertemu mereka bertiga kita langsung pulang ke rumah Rey dan kita semua menginap di rumah Rey yang kebetulan orang tua dia lagi pergi ke luar kota jadi kita semua bisa di perbolehkan menginap disana.

Ketika menginap gua belum berani menceritakan apa yang gua alami tadi ketika berada di gudang saat bersama Rey, dan Rey pun sepertinya belum menyadari, gua cuman bercerita kalau gua sama Rey udah jadian (Pacaran).

Ketika tengah malam dan kita mulai lelah, kami pun mulai tertidur, kita tidur di ruang tengah, dan tidak berselang lama Rey membangunkan ku untuk pindah ruangan tidur nya, mingkin ku pikir Rey ingin melanjutkan yang tadi di gudang sekolah yaitu ng*w*. Dan aku pun mengikuti ajakan Rey.

Dan benar saja Rey langsung memeluku dan meraba TOK*Tku. Kita langsung melanjutkan kembali percintaan kita yg di gudang tadi dan sekarang ke tempat yang lebih nyaman di kasur kamar Rey yang lebih empuk di bandingkan di atas meja yang bobrok tadi.

Setelah kita terus menikmati percintaan kita kali ini dengan posisi berbeda, dan benar saja apa yang aku liat di gudang sekolah itu mengikutiku sampai kamar Rey, kali ini sangat terlihat jelas POCONG itu ada pintu kamar Rey. Sontak aku lansung memeluk kembali Rey dan bilang ke dia “Rey, itu di pintu ada POCONG”.
“mana gak ada Cin” jawab Rey

Gua pun langsung pakai kembali baju dan tidak melanjutkan percintaan kita di kamar Rey, dan Langsung ikut bergabung tidur dengan teman-teman yang lain. Tidak berselang lama ketika gua ikut tidur dengan yang lain nya di ruang tengah. Fanny yang tepat berada di samping gua teriak histeris.

Sontak kami pun terbangun dan kaget melihat Fanny seperti itu, dan ketika Rey menyalakan lampu benar saja Fanny telihat menggeram dengan mata merah dan terus mencakar-cakar.
Dan benar saja Fanny Kesurupan Rey dan gua pun keluar cari Pak ustad yang ada di daerah rumah Rey, sementara Andre dan Anisa menahan Fanny supaya tidak terus-terusan mencakar badan nya sendiri.

Singkat cerita kita sudah membawa pak ustad ke rumah dan Fanny pun sudah sadar dan dia terbaring lemas, dan Pak Ustad pun nanya ke kita “Apa yang sudah kami lakukan sampai dia (fanny) bisa sampai kesurupan?”.
Kami gak berani jawab karena takut jadi kami hanya diam saja saat di Tanya itu sama Pak Ustad.

Seminggu telah berlalu setelah kejadian itu gua terus di hantui POCONG itu yang terus menerus menghantui gua tiap malam dan akhir nya gua bilang sama teman-teman yang lain kalau gua melihat POCONG itu saat gua NG*W* sama Rey saat di gudang belakang sekolah.

Setelah cerita itu kita langsung mencari orang pintar buat ngusir POCONG sial*n itu yang terus menghantui gua tiap malam. Begitu lah cerita gua saat kehilangan keperawaan gua yang terus di hantui POCONG tiap malam. Dan setelah bertemu orang pintar si POCONG itu pun gak pernah lagi datang dan gua pun makin menikmati NG*W* sama Rey.

Make a Comment

Your email address will not be published.

You can make the comment area bigger by pulling the arrow. If you are techie, you can use basic HTML tags and attributes to format your comment.

(required)