Selamat Datang!

Jangan Lupa di Share

Kamu Bisa Dapat informasi apa saja disini

  • Istri Selingkuh Istri Selingkuh

    Runpilgrim, Adi pulang pagi dari kerjanya dan mendengar bunyi aneh dari kamarnya. Ia lari keatas dan menemukan istrinya telanjang di kasur, berkeringat dan terengah-engah. … Ada apa? tanya Adi. .. Aku terkena serangan jantung, teriak istrinya. Ia lari kebawah untuk menelepon, persis ketika ia mulai memencet nomor, anaknya yang berumur 4 tahun datang dan berkata, .. Papa! Papa! Paman Doni bersembunyi di lemari dan dia nggak pake baju. Adi membanting telepon dan berlari keatas melewati istrinya yang berteriak-teriak, dan membuka pintu lemari. Dan disana memang benar, saudaranya bersembunyi, telanjang bulat dan ketakutan disudut lemari. .. Tak berperasaan, teriak Adi. Istriku kena serangan jantung dan kamu malah lari telanjang nakutin anak kecil! wkwkwk

  • Murid Tak Sopan Murid yang Tak Sopan

    Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid, ..Gambar apa ini ? Tak ayal para murid secara serentak berseru:…P*nt4t! Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya. Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid: …Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?! Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis ..Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar p*nt4t di papan tulis! Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.

  • Tips and Trick cara mendapatkan pasangan untuk memuaskan hasraaaat... BAHAYA!!! Tips and Trick cara mendapatkan pasangan untuk memuaskan hasraaaat…

    Hallo guys nih gua mau berbagi tips dan pengalaman gua dari zaman masih di bangku sekolah dan sampai saat ini, gua masih mencari pasangan untuk memuaskan si jagur ini. Di Zaman milenial ini ada banyak sosial media yang kita bisa dengan mudah untuk berkenalan dengan kaum hawa, dan bisa dengan mudah untuk mendapatkannya. Dan ini ada beberapa contoh media sosial yang biasa gua pakai mulai dari FB, TINDER, Mi-chat, DLL. Khusus untuk michat loe bisa beli kalau loe berkecukupan dana, kalau gua pilih untuk di pacarin dulu jadi ga pernah gua untuk beli wanita untuk menghibur cuman satu malam saja. Nih gua kasih saran dan tips yang biasa gua gunakan untuk mendapat pasangan man memuaskan nya. Lu download aplikasi di google play (contoh: Tinder, Tantan, Dating, DLL)Setelah loe download Aplikasi tadi loe harus lengkapi Profil loe, profil yang loe isi sebisa mungkin isi dengan keaslian nya, mulai dari status loe, foto profil, dan isi biodata loe selengkap mungkin.Gunakan bahasa yang baik jangan sampai terlihat “ALAY”Setelah loe kenalan dengan cewek di media sosial loe jangan gunakan bahasa alay, sebisa mungkin loe kasih topik yang mudah dia pahami.Cari topik yang tidak membosankanSetelah loe kenalan dengan wanita, cari topik pembahasan yang tidak membosankan.setelah loe berhasil buat dia tidak bosan loe bisa langsung ke tahap selanjutnya.Jangan berbohongApapun yang dai tanyakan jangan sampe loe berbohong jadilah diri sendiri buat dia menarik dengan apa yang loe bicarakan.Ajak KetemuSetelah beberapa lama loe ngobrol sama dia di media sosial, ajak ketemu dan cari tempat yang dia suka (contoh: tempak coffee, bioskop, DLL) gambar ilustrasi Yaaaa begitulah kira-kira yang biasa gua lakukan untuk mendapatkan hati wanita, setelah beberapa kali gua ajak ketemu dan dia sudah mulai terpikat dengan gua biasa nya gua langsung ajak dia ke hubungan yang lebih lanjut yaitu berpacaran. Yaaaa seperti biasa setelah beberapa lama pacaran dan dia mulai tahu kehidupan pribadi gua, dan dari situ lah gua biasa nya mulai berani dengan bersentuhan dengannya mualai dari atas sampai bawah. Dan dari situ lah selama pacaran gua ga pernah berhenti untuk ketemu dan kadang kita menginap di hotel melati yang terbilang murah atau kadang kita berdua patungan untuk sewa kost.

  • Permainan Suami Istri Permainan Suami Istri

    Runpilgrim.com, Seorang lelaki yang bekerja di pemadam kebakaran bercerita kepada istrinya,Di sana kalau misalnya terdengar Bel Satu (1) itu berarti kita harus segera mengenakan seragam.(2)Bel Dua berbunyi artinya semua harus segera menuju ke truk.(3)Bel Tiga berarti semuanya sudah berada di atas truk dan siap pergi ke tempat kebakaran. Nah, aku ingin kita juga memakai sistem ini dalam bercinta. Jadi kalau aku bilang(1) Bel Satu, kamu harus segera telnjng(2) Bel Dua, segera ke tempat tidur dan(3) Bel Tiga, kita mulai bercinta, Si istri setuju. Keesokan harinya ketika lelaki tersebut pulang kerja, ia berteriak, “Bel Satu!” Dan istrinya langsung mel*paskan semua bajunya“Bel Dua!” teriaknya dan si istri lalu naik ke tempat tidur.“Bel Tiga!” dan mulailah mereka memadu kasih. Beberapa saat kemudian istrinya teriak : Bel Empat! Bel Empat! Apa maksudmu? tanya suaminya. Perpanjang selangnya. Semprotanmu masih jauh dari api…

  • PENASARAN DENGAN IBU MERTUAKU YANG MENGGODA PENASARAN DENGAN IBU MERTUAKU YANG MENGGODA

    Pak Solih adalah bapa mertuaku yang kini berusia sekitar 53 tahun baru saja pensiun dari pekerjaannya di salah satu perusahaan di Jakarta. Sebetulnya beliau sudah pensiun dari anggota ABRI ketika berumur 55 tahun, tetapi karena dianggap masih mampu maka beliau terus dikaryakan. Karena beliau masih ingin terus berkarya, maka beliau memutuskan untuk kembali ke kampungnya didaerah Malang, Jawa Timur selain untuk menghabiskan hari tuanya, juga beliau ingin mengurusi kebun Apelnya yang cukup luas. Bu Dinda nama dari ibu mertuaku walaupun sudah berumur sekitar 43 tahun, tetapi penampilannya jauh lebih muda dari umurnya. Badannya saja tidak gemuk seperti biasanya ibu-ibu yang sudah berumur, walau sudah berumur tetapi berwajah ayu dan menyenangkan untuk dipandang. Penampilan ibu mertuaku seperti itu mungkin karena selama di Jakarta kehidupannya selalu berkecukupan dan telaten mengikuti senam secara berkala dengan kelompoknya. Beberapa bulan yang lalu, aku mengambil cuti panjang dan mengunjunginya bersama Istriku (anak tunggal mertuaku) dan anakku yang baru berusia 3 tahun. Kedatangan kami disambut dengan gembira oleh kedua orang mertuaku, apalagi sudah setahun lebih tidak bertemu sejak mertuaku kembali ke kampungnya. Pertama-tama, aku di peluk oleh Pak Solih dan istriku dipeluk serta diciumi oleh ibunya dan setelah itu istriku segera mendatangi ayahnya serta memeluknya dan Bu Dinda mendekapku dengan erat sehingga terasa payudaranya mengganjal empuk di dadaku dan tidak terasa penisku menjadi tegang karenanya.. Dalam pelukannya, Bu Dinda sempat membisikkan Gus Ibu kangen sekali denganmu”, sambil menggosok-gosokkan tangannya di punggungku, dan untuk tidak mengecewakannya kubisiki juga, “Buuu…, Saya juga kangen sekali dengan Ibu”, dan aku menjadi sangat kaget ketika ibu mertuaku sambil tetap masih mendekapku membisikiku dengan kata-kata, “Gus…, Ibu merasakan ada yang mengganjal di perut Ibu”, dan karena kaget dengan kata-kata itu, aku menjadi tertegun dan terus saling melepaskan pelukan dan kuperhatikan ibu mertuaku tersenyum penuh arti. Setelah dua hari berada di rumah mertua, aku dan istriku merasakan ada keanehan dalam rumah tangga mertuaku, terutama pada diri ibu mertuaku. Ibu mertuaku selalu saja marah-marah kepada suaminya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, sedangkan ayah mertuaku menjadi lebih pendiam serta tidak meladeni ibu mertuaku ketika beliau sedang marah-marah dan ayah mertuaku kelihatannya lebih senang menghabiskan waktunya di kebun Apelnya, walaupun di situ hanya duduk-duduk seperti sedang merenung atau melamun. Istriku sebagai anaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan tingkah laku orang tuanya terutama dengan ibunya, yang sudah sangat jauh berlainan dibanding sewaktu mereka masih berada di Jakarta, kami berdua hanya bisa menduga-duga saja dan kemungkinannya beliau itu terkena post power syndrome. Karena istriku takut untuk menanyakannya kepada kedua orang tuanya, lalu Istriku memintaku untuk mengorek keterangan dari ibunya dan supaya ibunya mau bercerita tentang masalah yang sedang dihadapinya, maka istriku memintaku untuk menanyakannya sewaktu dia tidak sedang di rumah dan sewaktu ayahnya sedang ke kebun Apelnya. Di pagi hari ke 3 setelah selesai sarapan pagi, istriku sambil membawa anakku, pamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi mengunjungi Budenya di kota Kediri, yang tidak terlalu jauh dari Malang dan kalau bisa akan pulang sore nanti.“Loh, Bian istriku, kok Mas mu nggak diajak..?”, tanya ibunya.“Laah.., nggak usahlah Buuu…, biar Mas Gus nemenin Bapak dan Ibu, wong nggak lama saja kok”, sahut istriku sambil mengedipkan matanya ke arahku dan aku tahu apa maksud kedipan matanya itu, sedangkan ayahnya hanya berpesan pendek supaya hati-hati di jalan karena hanya pergi dengan cucunya saja. Tidak lama setelah istriku pergi, Pak Solih pun pamitan dengan istrinya dan aku, untuk pergi ke kebun apelnya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya sambil menambahkan kata-katanya, “Nak Gus…, kalau nanti mau lihat-lihat kebun, susul bapak saja ke sana”. Sekarang yang di rumah hanya tinggal aku dan ibu mertuaku yang sedang sibuk membersihkan meja makan. Untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan tugas yang diminta oleh istriku, kugunakan untuk membaca koran lokal di ruang tamu. Entah sudah berapa lama aku membaca koran, yang pasti seluruh halaman sudah kubaca semua dan tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara sesuatu yang jatuh dan diikuti dengan suara mengaduh dari belakang, dengan gerakan reflek aku segera berlari menuju belakang sambil berteriak, “Buuu…, ada apa buuu?”. Dan dari dalam kamar tidurnya kudengar suara ibu mertuaku seperti merintih, “Nak Gus…, tolooong Ibu”, dan ketika kujenguk ternyata ibu mertuaku terduduk di lantai dan sepertinya habis terjatuh dari bangku kecil di dekat lemari pakaian sambil meringis dan mengaduh serta mengurut pangkal pahanya. Serta merta kuangkat ibu mertuaku ke atas tempat tidurnya yang cukup lebar dan kutidurkan sambil kutanya, “Bagian mana yang sakit Buuu”, dan ibu mertuaku menjawab dengan wajah meringis seperti menahan rasa sakit, “Di sini.., sambil mengurut pangkal paha kanannya dari luar rok yang dipakainya”. Tanpa permisi lalu kubantu mengurut paha ibu mertuaku sambil kembali kutanya, “Buuu…, apa ada bagian lain yang sakit..?Kataku.“Nggak ada kok Gus…, cuman di sepanjang paha kanan ini ada rasa sakit sedikit..”, jawabnya.“Ooh…, iya nak Gus…, tolong ambilkan minyak kayu putih di kamar ibu, biar paha ibu terasa panas dan hilang sakitnya”.Aku segera mencari minyak yang dimaksud di meja rias dan alangkah kagetku ketika aku kembali dari mengambil minyak kayu putih, kulihat ibu mertuaku telah menyingkap roknya ke atas sehingga kedua pahanya terlihat jelas, putih dan mulus. Aku tertegun sejenak di dekat tempat tidur karena melihat pemandangan ini dan mungkin karena melihat keragu-raguanku ini dan tertegun dengan mataku tertuju ke arah paha beliau, ibu mertuaku langsung saja berkata, “Ayooo..lah nak Gus…, nggak usah ragu-ragu, kaki ibu terasa sakit sekali ini lho, lagi pula dengan ibu mertua sendiri saja kok pake sungkan sungkan…, tolong di urutkan paha ibu tapi nggak usah pakai minyak kayu putih itu…, ibu takut nanti malah paha ibu jadi kepanasan. Dengan perasaan penuh keraguan, kuurut pelan-pelan paha kanannya yang terlihat ada tanda agak merah memanjang yang mungkin sewaktu terjatuh tadi terkena bangku yang dinaikinya seraya kutanya, “ “Bagaimana Buuu…, apa bagian ini yang sakit..? tanyaku.“Betul Nak Gus…, yaa yang ituuu…, tolong urutkan yang agak keras sedikit dari atas ke bawah” Dan dengan patuh segera saja kuikuti permintaan ibu mertuaku. Setelah beberapa saat kuurut pahanya yang katanya sakit itu dari bawah ke atas, sambil memejamkan matanya, ibu mertuaku berkata kembali, “Nak Gus…, tolong agak ke atas sedikit ngurutnya”,